Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Dukung Pengurangan Sampah Laut

Garda.id - Minggu, 09 Oktober 2022 19:01 WIB
Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Dukung Pengurangan Sampah Laut
Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), didukung oleh UNEP melalui SEA Sirkular Project memfasilitasi Workshop mengenai pelaporan keberlanjutan terkait isu sampah

Jakarta | garda.id

Indonesia Business Council for Sustainable Development(IBCSD), didukung oleh UNEP melalui SEA Sirkular Project memfasilitasi Workshopmengenai pelaporan keberlanjutan terkait isu sampah.Isu sampah yang dibahas dalam workshop ini juga mencakup sampah plastik dankemasan. Menurut data Kementerian Perindustrian (2022), sekitar 40% bahan plastikdipakai untuk kemasan dan separo lebih akan menjadi sampah. Jika tidak terkeloladengan baik, sampah-sampah ini akan bocor laut serta menimbulkan pencemaranlingkungan yang dapat merusak ekosistem laut dan kesehatan manusia. 

Oleh itu isuekonomi sirkular dengan memanfaatkan bahan baku daur ulang ini juga menjadipokok bahasan dalam workshop ini, sebelum peserta diperkenalkan dengan standarstandar GRI untuk pelaporan sampah.IBCSD dalam sambutan pembukaan yang diwakili oleh Aloysius Wiratmo, ProgramDevelopment & External Engagement Manager menekankan bahwa SustainabilityReporting, termasuk pelaporan mengenai sampah, dapat menjadi instrumen pentinguntuk mendorong praktik-praktik keberlanjutan yang semakin baik di sektor bisnis,seperti melalui pelaporan praktik-praktik baik perusahaan dalam pengelolaan sampahyang mendukung ekonomi sirkular.Workshop yang dilakukan secara online ini difasilitasi oleh narasumber utama, HendriYulius Wijaya, Country Manager Global Reporting Initiative (GRI).

 GRI adalah sebuahorganisasi internasional yang menciptakan standar pelaporan dampak lingkungan,sosial dan ekonomi, yang paling banyak digunakan oleh perusahaan di dunia.GRI menyampaikan aspek-aspek yang menjadi latar belakang dalam penyusunanPelaporan Keberlanjutan Sampah Plastik mengenai ekonomi hijau dimana limbahmenjadi fokus utamanya. Ekonomi hijau juga biasa disebut sebagai ekonomimelingkar (circular economy) yang menjadikan limbah dapat dimanfaatkan kembalidan memiliki nilai ekonomi. Dalam prinsipnya ekonomi melingkar mencakup hal-halseperti bahan baku yang digunakan seefisien mungkin. 

Kemudian produsen sedapatmungkin menghindari limbah dan jika tidak, limbah yang dihasilkan diminimalisir dandapat diolah kembali. Selain itu, produsen juga dapat merancang ulang design produkyang dapat bertahan selama mungkin.Produsen pun diharapkan dapat melihat limbah dalam ekosistem bisnisnya,Kerjasama yang baik antara produsen dan konsumen yang kemudian menimbulkanperubahan perilaku dalam menangani limbah kemudian akan menjadikan produsen7 Oktober 2022 2dapat melihat proses limbah yang dihasilkan dari hulu ke hilir. Limbah tidak hanyaterlihat dari output produk yang dihasilkan dengan melihat bagaimana konsumenmengelola limbahnya, tetapi juga dari supplier yang memasok bahan baku dan bahankemasan. 

Dengan Demikian produsen perlu melihat semua aspek yang ada dalamvalue chain kegiatan produksinya dan limbah apa saja yang dihasilkan.Dengan memperhatikan limbah yang ada dalam value chain produsen dari hulu kehilir dapat meminimalisir limbah yang berakhir di TPA. Produsen juga dapat membuatprogram-program dalam mengatasi limbah dengan bekerjasama dengan supplier danorganisasi organisasi pengolah limbah, sehingga dampak sosial yang positif dapatterjadi dimana limbah menjadi memiliki nilai ekonomi yang positif.

 Hal menarik yang disampaikan oleh Hendri Yulius Wijaya, Country Program ManagerGRI Indonesia, dalam Pelaporan Keberlanjutan Sampah Plastik ini produsen dapatmenyampaikan mengapa isu limbah penting bagi perusahaan atau organisasi danbagaimana dampaknya terhadap bisnis serta lingkungan dan sosial. Kemudian dalamkonteks bisnis dapat data apa yang akan menjadi fokus pelaporan dan apa saja yangmenjadi topik paling penting bagi perusahaan. 

Dengan adanya sinergi yang baik dan berkesinambungan diharapkan pelaporankeberlanjutan mengenai sampah, termasuk sampah plastik dan kemasan dapatmeningkatkan kesadaran dan kolaborasi semua pihak untuk sistem pengelolaansampah yang lebih baik. Dengan demikian, target pengurangan 70% sampah lautpada tahun 2025 sesuai mandat Perpres 83 Tahun 2018 dapat tercapai dan terciptaekonomi melingkar yang kondusif serta meningkatkan taraf hidup masyarakat.red/relis

Editor
: Garda.id
Sumber
:

Berita Terkait

Tekno

AYP Bela Menag, Puji OSO atas Kepedulian Pembinaan Umat di Takalar

Tekno

Safari Ramadan 1447 H di Langkat, Rektor UNPAB Tegaskan Komitmen Kampus untuk Masyarakat

Tekno

Narsum Dialog Publik, Dr Asren Nasution, MA: Rencana Kontinjensi Jadi Kunci Strategis Pengurangan Risiko Bencana

Tekno

Kapolda Sumsel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers dalam Momentum Ramadan

Tekno

Prabowo Minta Evaluasi Ulang, Izin Tambang Emas Martabe Berpeluang Dipulihkan

Tekno

DPW PKB Sumut Konsolidasi ke Dairi, Karo dan Pakpak Barat