Akankah TikTok Pantas Menjadi Sumber Utama Berita?

Garda.id - Senin, 19 September 2022 17:20 WIB
Akankah TikTok Pantas Menjadi Sumber Utama Berita?
Akankah TikTok Pantas Menjadi Sumber Utama Berita? / ist

garda.id

Banyaknyaberita dan isu membuat semua orang tertarik untuk mencari informasi. Informasi yangdicari terdiri dari beberapa caranya masing-masing. Platform paling mudahdijangkau salah satunya yaitu media sosial. Kebanyakan, setiap orang darikalangan orang tua, remaja, dan bahkan anak-anak memiliki setidaknya satu akunmedia sosial baik untuk mencari maupun mendapatkan informasi. Kini, mediasosial yang ramai diperbincangkan adalah Aplikasi TikTok.

TikTokmerupakan aplikasi yang sudah dirilis lama namun nama dan aplikasinya semakinmarak digunakan di era digital ini. Aplikasi ini merilis berbagai informasidalam bentuk video yang berdurasi pendek sehingga mudah mendapatkan informasidengan waktu yang singkat.

Namun,studi menyatakan tak sedikit orang yang menyalahgunakan aplikasi ini untukmenyebar informasi yang tak benar (hoax) sehingga menarik untuk diperbincangkandan membuat banyak asumsi dari berbagai orang. Studi ini ditulis oleh NewsGuardyaitu perusahaan yang meneliti informasi tak benar yang beredar dan ramai diinternet.

Studitersebut menemukan hasil penelitian bahwa hampir 1 dari 5 video TikTok yangsecara otomatis disarankan oleh platform berisi informasi penting yang salahseperti Covid-19, krisis iklim, retas informasi, aborsi, dan Pemilu mengandungsejumlah informasi tak benar. Untuk terhindar dari hasil laporan yaitu informasiyang salah, para peneliti men-install ulang (reinstall) aplikasi TikTok, yangbertujuan untuk memastikan informasi yang diedarkan tidak terpengaruh olehaktivitas pengguna sebelumnya.

FounderNewsGuard, Steven Brill mempertanyakan apakah upaya Bytedance (perusahaan indukTikTok) sudah cukup untuk menahan arus informasi yang tak benar atau apakah sengajamembiarkan informasi janggal beredar di platform mereka.

“Apakahkarena ketidakmampuan atau sesuatu yang lebih buruk,” kata Brill di TheAssociated Press.

MendengarNewsGuard membicarakan aplikasi TikTok ini, perusahaan TikTok merilispernyataan sebagai tanggapan atas laporan NewsGuard yang mencatat bahwa pedomankomunitasnya melarang kesalahan informasi yang berbahaya dan berfungsi untuk mempromosikankonten resmi tentang topik penting.

“TikToksudah menghapus dan mengambil tindakan untuk membatasi penyebaran hoaks, untuklebih melindungi komunitas, platform tersebut akan mulai menghapus peringatanyang mengkhawatirkan,” tulis TikTok.

TikTokjuga mengambil langkah lain dimaksudkan untuk mengarahkan pengguna ke sumberyang dapat dipercaya. Berkerja sama dengan pemeriksa fakta yangkredibel untuk meningkatkan konten otoritatif terkait topik kesehatan,masyarakat, dan (telah) bermitra dengan organisasi pemeriksa data yang membantukami menilai keakuratan konten.

“Kamimeluncurkan proyek global untuk lebih memahami keterlibatan anak muda dengantantangan dan tipuan yang berpotensi membahayakan.” tambah TikTok. (b)

Editor
: Garda.id
Sumber
:

Berita Terkait

Tekno

AYP Bela Menag, Puji OSO atas Kepedulian Pembinaan Umat di Takalar

Tekno

Safari Ramadan 1447 H di Langkat, Rektor UNPAB Tegaskan Komitmen Kampus untuk Masyarakat

Tekno

Narsum Dialog Publik, Dr Asren Nasution, MA: Rencana Kontinjensi Jadi Kunci Strategis Pengurangan Risiko Bencana

Tekno

Kapolda Sumsel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers dalam Momentum Ramadan

Tekno

Prabowo Minta Evaluasi Ulang, Izin Tambang Emas Martabe Berpeluang Dipulihkan

Tekno

DPW PKB Sumut Konsolidasi ke Dairi, Karo dan Pakpak Barat