ACEH TIMUR | GARDA.ID — Di tengah luka dan duka pascabanjir yang melanda Aceh Timur, Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) memilih untuk hadir. Bukan sekadar membawa toga dan ijazah, tetapi juga harapan bagi alumninya yang terdampak bencana.
Melalui program UNPAB Menyapa, Alumni Terjaga, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (Fastek) bersama Ketua Program Studi Teknik Elektro mendatangi langsung kediaman alumni UNPAB, Mirza Definda, yang kini harus mengungsi karena rumahnya tidak lagi layak huni akibat banjir.
Dalam suasana haru dan penuh keprihatinan, prosesi pelantikan alumni tetap dilaksanakan. Dengan toga tersemat dan air mata yang tertahan, Mirza Definda resmi dilantik sebagai alumni Universitas Pembangunan Panca Budi. Prosesi sederhana tersebut menjadi simbol bahwa keterbatasan dan bencana tidak menghalangi pengakuan atas capaian akademik.
Selain prosesi pelantikan, UNPAB juga menyerahkan bantuan sembako serta menggelar doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap alumni dan keluarga yang terdampak banjir. Kebersamaan kemudian ditutup dengan makan bersama, menghadirkan kehangatan di tengah situasi sulit.
Baca Juga: Penguatan Mutu Pendidikan, UNPAB Borong Penghargaan SPMI 2025 UNPAB menegaskan bahwa alumni bukan sekadar lulusan, melainkan bagian dari keluarga besar universitas. Melalui program UNPAB Menyapa, UNPAB berkomitmen untuk terus hadir dan membersamai alumni dalam kondisi apa pun, termasuk saat menghadapi musibah dan cobaan hidup.rel