Keterangan foto : Kadiskes Tebingtinggi dr. Muhammad Iqbal (nomor tiga dari kiri) berikan arahan dalam kegiatan sosialisasi Kesehatan Jiwa Bagi Masyarakat.( Tavip Nasution) Tebingtinggi | Garda.idPemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Kesehatan setempat menggelar kegiatan sosialisasi Kesehatan Jiwa Bagi Masyarakat, Rabu (26/10) bertempat di gedung Hj.Sawiyah Nasution Jalan Sutomo Tebingtinggi Peserta kegiatan sosialisasi itu terdiri 50 orang pelajar, 18 para dokter dan perawat Puskesmas, 24 orang dari IBI,PPNI dan IAKMI, 8 orang Poliklinik dari Polres dan Klinik Irvan, serta menghadirkan 4 (empat) nara sumber, 2 (dua) orang dari RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi dan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta dari IAKMI Kepala dinas (Kadis) Kesehatan Kota Tebingtinggi, dr.Muhammad Iqbal dalam sambutannya mengatakan,peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) merupakan salah satu momentum untuk mengkampanyekan bahwa semua orang berhak mendapatkan layanan kesehatan jiwa yang berkualitas dan perlunya untuk mencegah dan mengendalikan diri masalah kesehatan jiwa " Dengan digelarnya kegiatan sosialisasi ini agar masyarakat mengenal bagian kesehatan jiwa itu penting dan untuk mengantisipasi keadaan yang tidak diinginkan seperti cemas, depresi dan kesehatan jiwa lainnya dapat melakukan konsultasi atau sharing dengan dokter psikiater/psikolog di rumah sakit kumpulan pane Tebingtinggi' kata Kadiskes, IqbalSebelumnya,kepala bidang pengendalian dan pencegahan penyakit (Kabid P2P) dinas kesehatan Tebingtinggi, Buyung RB Diningrat Daulay, SKM selaku panitia pelaksana kegiatan tersebut dalam laporannya menyampaikan,kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa bagi masyarakat digelar dalam rangkaian Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) ke -30 Tahun 2022 yang diperingati setiap tahunnya tanggal 10 Oktober. Sedangkan tujuan dari kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa bagi masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan jiwa, terutama depresi pada remaja usia muda dan orang dewasa, agar kita dapat mengatakan dengan jujur bahwa kita baik -baik saja dan memerlukan bantuan orang lain untuk konseling.Sedangkan sumber dana dari kegiatan sosialisasi dibebankan pada anggaran DAU dan DID kota Tebingtinggi tahun 2022Kabid P2P Dinkes itu menjelaskan, bahwa secara global depresi adalah satu dari penyebab penyakit dan disabilitas pada remaja.Bunuh diri merupakan penyebab kedua terbesar kematian pada usia 15-29 tahun dan seluruh dunia diperkirakan 10-20 persen remaja pernah mengalami masalah kesehatan jiwa namun underdiagnosa dan undertreatedBuyung RB Diningrat juga menyampaikan,bahwa capaian terhadap pelayanan kesehatan jiwa di kota Tebingtinggi hingga September 2022,untuk pelayanan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) 78,42 persen atau 189 jiwa dari target 241 jiwa, pelayanan kasus depresi 4,9 persen atau 92 jiwa target 1888 jiwa dan pelayanan kasus GME 22,1 persen atu 547 jiwa dari target 2472 jiwa. (
TAV)