Dialog Bersama Raja-raja Mandailing, Edy Rahmayadi Ajak Tingkatkan Marwah Adat

Garda.id - Rabu, 12 Oktober 2022 18:17 WIB
Dialog Bersama Raja-raja Mandailing, Edy Rahmayadi Ajak Tingkatkan Marwah Adat
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berdialog dengan Raja-raja Mandailing di Bagas Godang Batubara, Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailingnatal (Madina). Pada dialog tersebut, Edy Rahmayadi mengajak raja-raja untuk bersinergi meningkatkan marwah adat dan budaya untuk menyatukan masyarakat./IST

 MADINA | GARDA.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berdialog dengan Raja-raja Mandailing di Bagas Godang Batubara, Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailingnatal (Madina). Pada dialog tersebut, Edy Rahmayadi mengajak raja-raja untuk bersinergi meningkatkan marwah adat dan budaya untuk menyatukan masyarakat.

 

Adat dan budaya Mandailingnatal, menurut Edy Rahmayadi, telah sukses menciptakan peradaban yang hebat. Sayangnya, saat ini adat dan budaya tersebut mulai terkikis, sehingga tidak sedikit masyarakat kurang perduli.

 

"Raja-raja ini harus bersatu untuk mengangkat marwah adat, kalau semua bergerak masing-masing sulit menyatukan masyarakat kita ini, kalau marwahnya baik, tak akan ada yang berani macam-macam di daerah kita ini," kata Edy Rahmyadi, Rabu (12/10).

 

Bersinerginya raja-raja akan mempermudah menghambat orang-orang yang hanya ingin menguras Sumber Daya Alam (SDA) Mandailingnatal. Terlebih lagi penambangan ilegal tidak memperhitungkan dampak lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

 

"Raja-raja ini perlu bersatu, harus berani mengatakan tidak, begitu juga Kades, perlu sinergi, kalau tidak habis sumber daya di sini, tetapi masyarakatnya tidak sejahtera," kata Edy Rahmayadi.

 

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Ivan Iskandar Batubara mengatakan, para raja-raja sepakat untuk menghalangi siapapun yang ingin merusak Mandailingnatal. Selain itu, mereka juga sepakat bersama-sama berupaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

"Kami di sini ada yang dari Muara Sipongi, Kotanopan, Hoeta Godang, Hutapungkut dan lainnya sepakat serta mengarahkan masyarakat untuk mencari rezeki dengan cara yang baik, halal dan bermartabat, kami juga bersama-sama menolak penambangan ilegal, atau apapun yang bersifat merusak lingkungan atau masyarakat," kata Ivan Iskandar Batubara.

 

Mewakili masyarakat Ulu Pungkut, Ivan Iskandar Batubara juga berharap agar Ulu Pungkut menjadi kawasan strategis provinsi. Dengan begitu arah pembangunan daerah ini bisa lebih cepat dan lebih baik.

"Ada 12 desa dan satu kelurahan di sini, kami ingin terus melakukan perbaikan dari satu desa ke desa lainnya, tetapi itu perlu arahan dan dukungan pemerintah," kata Ivan Iskandar Batubara.

 

Hadir pada acara dialog ini Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, Plt Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Kadis Ketenagakerjaan  Baharuddin Siagian, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Bambang Pardede, Kadis Kesehatan Ismail Lubis dan OPD terkait lainnya. Hadir juga OPD terkait Pemerintah Kabupaten Madina, Muspika Ulu Pungkut dan tokoh-tokoh agama.*

Editor
: Garda.id
Sumber
:

Berita Terkait

Peristiwa

Menanam Pangan, Memulihkan Martabat: Ujian Nyata Asta Cita di Kemenimipas

Peristiwa

Barapaksi Desak Kejatisu Bongkar Jaringan Mafia Titik SPPG di Sumut

Peristiwa

DSIL Kirim Atlet Terbaik Deliserdang ke Pariaman Open

Peristiwa

Milad ke-60 Bupati Langkat Syah Afandin, Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan, Ondim Ucapkan Rasa Syukur

Peristiwa

Di DPRD Medan, Rico Waas Paparkan Strategi Efisiensi APBD 2025: Tanpa Utang, Fokus Banjir dan Digitalisasi PAD

Peristiwa

Menuju Indonesia Emas 2045, Adhie Massardi Terbitkan “Peradaban Not Just Civilization”