Aura spiritual Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum

Garda.id - Minggu, 25 Juni 2023 05:00 WIB
Aura spiritual Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum

 

Dr Purwadi SS M.Hum.

Dosen Universitas Negeri Yogyakarta

Garda.id ___Aura spiritual Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum

Oleh :

Dr Purwadi SS M.Hum. 

Dosen Universitas Negeri Yogyakarta. 

Nama Tegalarum berhubungan dengan sejarah Sri Susuhunan Amangkurat Tegalarum. Wayah buyut Joko Tingkir ini memerintah Kerajaan Mataram dengan arif bijaksana sejak tahun 1645.

Sri Susuhunan Amangkurat Tegalarum merupakan murid Ki Ageng Mageti. Tokoh pendiri Kabupaten Magetan ini memang sugih ngelmu sipating kawruh. Masa kecil Amangkurat Tegalarum atau Raden Sayiddin selalu tekun belajar agama di Demak, Jepara, Tuban, Pekalongan, Kedu, Banyumas, Semarang, Lamongan, Kediri dan Surabaya. 

Desa Tegalarum adalah hadiah dari Kanjeng Ratu Mas Balitar tahun 1708. Ratu Mas Balitar adalah garwa prameswari Sinuwun Paku Buwono I atau Raden Drajad, yang menjadi raja Mataram. Paku Buwono I sendiri adalah anak kandung Sri Susuhunan Amangkurat Tegalarum. 

Ratu Mas Balitar termasuk putri Bupati Madiun, KRT Rangga Juminah. Dengan memberi nama Tegalarum ini diharapkan masyarakat sekitar selalu mendapat hidayah dan berkah. Benar benar menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi. 

Joko Tingkir atau Sultan Hadiwijaya dikenal sebagai leluhur ulama tanah Jawa. Raja Pajang ini berguru kepada Sunan Ampel, Sunan Giri, Sunan Kalijaga Ki Ageng Tarub, Ki Ageng Selo, Ki Ageng Banyubiru, Ki Ageng Butuh dan Ki Ageng Karanglo. Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum mewarisi cahaya berkah dari Kerajaan Majapahit, Demak, Pajang dan Mataram. 

Kerajaan Majapahit boleh dibilang puncak kejayaan Nusantara. Prabu Brawijaya mengutus Raden Patah untuk menyebarkan agama Islam di Kerajaan Demak Bintara tahun 1478. Dengan dibantu Wali Sanga mendirikan Masjid Agung Demak sebagai pusat penyebaran agama di Tanah Jawa. Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum bisa dikatakan sebagai pelanjut risalah kewalian Demak Bintara warisan para Wali Sanga. 

Santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum menyebar di berbagai daerah. Pada hari Sabtu tanggal 24 Juni 2023 diselenggarakan alumni akbar. Dengan hati yang suka gembira, alumni berbagi pengalaman melepas rindu. Kegiatan seni budaya dan bazar produk UMKM digelar. Suasana benar benar semarak. Tampak pula partisipasi dari Bank yang mendukung acara. 

Bapak KH Sohib Wahyuni menjadi figur sentral Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum Bendo Magetan. Gus Din siap membantu demi kemajuan pesantren, demi turut serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Sebagaimana amanat pembukaan UUD 1945. 

Dalam kenyataan santri alumni pondok pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum berhasil di masyarakat. Alumni santri mendapat wirya arta winasis. Yakni anugerah yang berupa kedudukan, kekayaan dan kepandaian. Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Tegalarum mengantar santri sebagai insan kamil yang sejahtera lahir batin.rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:

Berita Terkait

Peristiwa

Tanpa Lawan, Hendri Yanto Sitorus Kembali Pimpin Golkar Labura

Peristiwa

KONI dan Kemenag Siapkan Pospenas 2027, Pesantren Jadi Basis Pembinaan Atlet Nasional

Peristiwa

Dr. H. Hery Subiansauri: Polda Sumsel Hadir Memberi Rasa Aman dan Keadilan

Peristiwa

Menteri Investasi dan Hilirisasi Tetapkan Kinerja Perizinan Deli Serdang Sangat Baik, Nilai Tembus 91,728

Peristiwa

Dr. H. Hery Subiansauri: Polda Sumbar Hadir sebagai Sahabat Masyarakat, Bukan Sekadar Penegak Hukum

Peristiwa

Senator H. Dedi Iskandar Batu Bara Terima Kunjungan Bang Anto Genk, Bahas Kiprah dan Pengabdian untuk Sumatera Utara