Medan | Garda.idSuasana di lingkungan Pemerintah Kota Medan mulai ramai membicarakan siapa sosok yang bakal menggantikan Wiriya Alrahman sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan. Maklum saja, pejabat yang selama ini dikenal tenang dan dekat dengan birokrasi tersebut akan memasuki masa pensiun pada Juli 2026 mendatang.
Meski belum ada pengumuman resmi dari Wali Kota Medan, Rico Waas, sejumlah nama mulai mencuat ke permukaan. Di kalangan ASN Pemko Medan sendiri, pembicaraan soal siapa yang paling layak menduduki jabatan "panglima ASN" itu sudah menjadi topik hangat dalam beberapa pekan terakhir.
Dari sederet nama yang beredar, sosok Benny Iskandar menjadi salah satu figur yang cukup banyak diperbincangkan. Bukan tanpa alasan. Benny dinilai sebagai birokrat murni dengan pengalaman panjang di bidang tata ruang, perencanaan pembangunan, hingga kawasan permukiman.
Karier Benny bisa dibilang dibangun dari bawah. Ia bukan tipe pejabat yang tiba-tiba muncul di lingkaran elite birokrasi. Perjalanan panjangnya sebagai ASN sudah ditempa di berbagai posisi strategis, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan kota.
Baca Juga: Bursa Calon Sekda Medan Menghangat, Enam Nama Pejabat Jadi Perbincangan, Siapa Yang Layak! Awalnya, Benny pernah menjabat sebagai Pj Kepala Seksi Pelestarian dan Konservasi di Dinas Tata Kota dan Tata Bangunan Kota Medan. Dari sana, kariernya terus bergerak. Ia kemudian dipercaya menjadi Kepala Seksi Penelitian Rencana Tata Ruang pada Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan Kota Medan.Pengalamannya di bidang tata ruang membuat Benny semakin matang memahami wajah dan arah pembangunan Kota Medan. Tak heran jika kemudian ia dipercaya menjadi Kepala Bidang Tata Ruang di dinas yang sama.
Setelah itu, kariernya terus menanjak. Benny pernah menduduki jabatan Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan. Jabatan tersebut semakin mengasah kemampuannya dalam memahami persoalan perkotaan, mulai dari tata wilayah, permukiman, hingga kebutuhan pembangunan yang terus berkembang di Kota Medan.
Tak berhenti di situ, Benny juga sempat menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan. Bahkan kemudian dipercaya menjadi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan.
Kariernya semakin lengkap ketika dipercaya memimpin Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Medan atau Bappeda Kota Medan. Posisi tersebut dikenal sebagai salah satu jabatan penting dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Kini, Benny dipercaya memimpin Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Medan. Jabatan itu dianggap sangat strategis, terutama di era pemerintahan yang mulai mendorong konsep pembangunan berbasis inovasi dan teknologi.
Banyak pihak menilai pengalaman Benny cukup lengkap untuk ukuran calon Sekda. Selain memahami teknis pembangunan, ia juga dianggap mengerti pola kerja birokrasi di lingkungan Pemko Medan.
Saat dimintai tanggapan terkait namanya yang mulai ramai disebut sebagai calon Sekda Kota Medan, Benny memilih menjawab santai.
"Saya ikut aja apa yang diamanahkan pimpinan. Dan kepercayaan itu saya implementasikan dengan kerja nyata," ujar Benny kepada Sumut24 Group, Selasa (19/5/2026).
Pernyataan itu dinilai mencerminkan gaya kepemimpinan Benny yang selama ini dikenal tidak banyak bicara, namun fokus bekerja di lapangan.Posisi Sekda sendiri bukan jabatan biasa. Selain menjadi pejabat tertinggi di kalangan ASN, Sekda juga memiliki peran penting dalam memastikan roda pemerintahan berjalan selaras dengan visi kepala daerah.
Apalagi saat ini, Wali Kota Medan Rico Waas bersama Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap tengah membawa semangat "Medan untuk Semua". Tentu dibutuhkan sosok Sekda yang tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga mampu menerjemahkan visi tersebut menjadi program nyata yang dirasakan masyarakat.
Di internal birokrasi Pemko Medan, Benny juga dikenal bukan sosok asing. Banyak ASN menilai pengalaman panjangnya menjadi modal penting untuk mengoordinasikan organisasi pemerintahan yang besar dan kompleks seperti Kota Medan.Meski demikian, persaingan menuju kursi Sekda dipastikan tidak mudah. Selain Benny, sejumlah nama lain juga disebut masuk dalam radar kandidat kuat. Ada nama Laksamana Putra, Adlan, Feri, hingga Sofyan yang turut diperbincangkan.
Bahkan, berkembang pula isu adanya figur dari tingkat provinsi maupun pusat yang kemungkinan ikut dipertimbangkan untuk mengisi jabatan tersebut.
Namun pada akhirnya, semua keputusan tetap berada di tangan Wali Kota Medan. Siapa pun yang nantinya dipilih, publik tentu berharap sosok tersebut benar-benar mampu menjadi motor penggerak birokrasi, sekaligus menjadi jembatan antara visi pemerintah dengan kebutuhan masyarakat Kota Medan.
Sebab jabatan Sekda bukan sekadar posisi administratif. Lebih dari itu, Sekda adalah figur sentral yang menentukan ritme pemerintahan daerah berjalan cepat atau lambat.
Dan menjelang berakhirnya masa jabatan Wiriya Alrahman, satu hal yang pasti, bursa calon Sekda Kota Medan kini mulai menjadi perhatian banyak pihak.red/antogenk