Jamaah Luar Kota Ramai-ramai Iktikaf di Masjid Agung Medan, Tembus 4.363 Orang

Nas - Minggu, 15 Maret 2026 15:56 WIB
Pelaksanaan iktikaf pada malam ke-25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan, Sabtu malam hingga Minggu dinihari (14–15/3/2026), ist

MEDAN | Garda.id

Pelaksanaan iktikaf pada malam ke-25 Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan, Sabtu malam hingga Minggu dinihari (14–15/3/2026), tidak hanya dipadati warga Kota Medan. Ribuan jamaah dari berbagai daerah di luar kota juga turut hadir untuk meramaikan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan tersebut.

Total 4.363 jamaah tercatat mengikuti rangkaian iktikaf malam itu. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang pelaksanaan iktikaf di Masjid Agung Medan, bahkan hampir menyamai total jamaah iktikaf selama empat malam pada Ramadan tahun 2025 yang saat itu mencapai sekitar 4.500 orang.Menariknya, sebagian jamaah diketahui datang dari berbagai daerah di Sumatera Utara, bahkan dari luar provinsi, khusus untuk merasakan suasana ibadah di masjid yang menjadi ikon baru tersebut.Sekretaris Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, Yuslin Siregar, mengatakan tingginya jumlah jamaah yang hadir pada malam itu di luar perkiraan pengurus masjid."Alhamdulillah, kami sangat bersyukur melihat semangat jamaah yang luar biasa untuk beriktikaf. Banyak di antara mereka yang datang dari luar kota. Ini menunjukkan Masjid Agung Medan sudah menjadi magnet ibadah bagi umat," ujarnya.Meski pihak kenaziran telah memprediksi adanya peningkatan jumlah jamaah pada sepuluh malam terakhir Ramadan, kehadiran lebih dari 4.300 jamaah dalam satu malam tetap menjadi kejutan tersendiri.Kepadatan jamaah terlihat di seluruh area masjid. Ruang utama di lantai satu dipenuhi jamaah laki-laki hingga meluber ke teras kanan, kiri, dan bagian depan. Sementara lantai dua dan tiga sepenuhnya dipadati jamaah perempuan.Banyak jamaah bahkan telah memulai iktikaf sejak selesai salat Tarawih dan Witir. Mereka memilih tetap berada di dalam masjid untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, dan melaksanakan salat sunah secara pribadi.Menjelang pelaksanaan zikir berjamaah sekitar pukul 23.00 WIB, jumlah jamaah diperkirakan sudah mencapai sekitar 1.500 orang. Jumlah itu terus bertambah hingga melampaui 4.000 orang menjelang pelaksanaan salat Tahajud.Rangkaian ibadah malam dipimpin oleh Imam Masjid Agung Medan, Irham Taufik, didampingi muazin Muhammad Fadli.Dalam tausiyah singkatnya, Irham mengingatkan jamaah tentang keutamaan sepuluh malam terakhir Ramadan yang menjadi momentum penting untuk meraih malam Lailatul Qadar.Setelah ceramah, jamaah mengikuti zikir dan doa berjamaah hingga sekitar pukul 02.00 WIB sebelum dilanjutkan dengan salat Tahajud berjamaah. Suasana khusyuk terasa saat ribuan jamaah larut dalam munajat di tengah keheningan malam Ramadan.Rangkaian ibadah kemudian ditutup dengan sahur bersama menjelang waktu imsak. Nasi bungkus disiapkan oleh kenaziran masjid dengan dukungan para donatur.Dalam doa yang dipimpin imam, jamaah juga mendoakan para dermawan yang telah mendukung kegiatan Ramadan di Masjid Agung Medan, di antaranya Musa Idishah, Indra Utama, Teuku Soelaiman, Dzulmi Eldin, Suhardi Aroma, Zulhefy Garuda, Aldi Subartono, Muslim Siregar, Chandra Lubis, dan Azis Balatif. Sementara keluarga almarhum Raja Inal Siregar turut menyumbangkan air mineral untuk jamaah.Kehadiran jamaah dari berbagai daerah itu memperlihatkan bahwa Masjid Agung Medan kini tidak hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga Medan, tetapi juga tujuan ibadah bagi umat Islam dari berbagai daerah yang ingin menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan.red


Tag:

Berita Terkait