Awas Penipuan Mengatasnamakan BCA, Nasabah Kehilangan Dana dan Pertanyakan Perlindungan Bank

Nas - Selasa, 10 Februari 2026 14:28 WIB
Ist

Medan — Nasabah Bank Central Asia (BCA) diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan layanan resmi perbankan, Selasa 10 Febriari 2026 Seorang nasabah mengaku menjadi korban penipuan bermula dari kesalahan transfer ke bank lain, yang kemudian berujung pada hilangnya dana.

Kejadian tersebut bermula saat korban melakukan salah transfer ke rekening Bank Mandiri. Berupaya mencari solusi, korban kemudian mencoba menelusuri informasi melalui internet dan menemukan nomor yang diklaim sebagai layanan pengaduan. Korban lalu menghubungi nomor 0813-1255-557, yang mengakui pelayaman resmi BCA pusar. Korban atas nama Rianto, yang disebut sebagai nasabah dengan nomor rekening 8250467xxx.

Belakangan diketahui, nomor tersebut bukan merupakan layanan resmi bank.

Korban kemudian melakukan konfirmasi langsung ke Kantor Cabang BCA Unit Jalan Sekip, Medan. Menurut pengakuan Amran, pihak bank mengakui bahwa nomor pengaduan yang muncul di mesin pencari Google memang ada, namun bukan akun resmi milik BCA. "Pihak cabang mengakui nomor itu bukan akun resmi BCA," ujar Amran.

Ia mengaku selanjutnya diarahkan ke konter pengaduan. Namun, petugas perempuan berseragam kuning biru yang melayani menyatakan tidak dapat berbuat banyak terkait pengembalian dana.

"Petugas bilang, 'Ya kami proses, tapi uang tidak bisa kembali.' Yang membuat saya heran, uang saya ditransfer dari rekening BCA ke rekening BCA, tapi kok bisa dibayarkan ke GoPay," katanya dengan nada kecewa.

Menurutnya, kasus ini menimbulkan pertanyaan serius terkait sistem keamanan serta perlindungan konsumen di perbankan nasional, khususnya bank besar seperti BCA.

"Bank sekelas BCA kok pengamanan dan perlindungan konsumennya tidak jelas. Nasabah bisa celaka," tegasnya.

Kekecewaan juga disampaikan oleh Anto, jurnalis senior, yang menyebut dirinya mungkin hanya satu dari banyak korban yang belum terungkap ke publik.

"Saya jelas kecewa. Mungkin saya hanya satu contoh. Ini harus menjadi perhatian serius Menteri Keuangan dan otoritas terkait. Manajemen dan pengawasan perbankan kita masih rawan," ujar Anto dengan nada tegas.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu memastikan nomor layanan pelanggan bank hanya diakses melalui situs dan kanal resmi, serta menjadi sorotan bagi pihak berwenang untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan terhadap nasabah perbankan.red


Tag:

Berita Terkait