MEDAN | Komisaris Utama PT Bank Sumut, Firsal Dida Mutyara atau yang akrab disapa Dida, menegaskan bahwa era baru Bank Sumut harus dibangun di atas tiga fondasi utama, yakni persatuan internal, transformasi digital, dan keterbukaan terhadap kritik.
Hal itu disampaikannya dalam wawancara eksklusif bersama CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara, Rianto SH MH atau Anto Genk, di Ruangan Komisaris Utama PT
Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Nomor 18, Medan, Rabu (16/9/2026).
Dalam suasana wawancara yang berlangsung penuh keakraban, Dida mengajak seluruh pegawai Bank Sumut, baik di kantor pusat maupun di daerah, untuk memiliki visi dan misi yang sama sebagai satu keluarga besar.
Menurutnya, soliditas internal menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing Bank Sumut sebagai bank kebanggaan pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Utara.
Baca Juga: Bank Sumut dan Pemkab Targetkan Penguatan Ekonomi Petani dan UMKM Tapanuli Utara dari Modal Hingga Hilirisasi "Kita ini keluarga besar
Bank Sumut harus punya visi dan misi yang sama, dengan semangat memajukan
Bank Sumut agar mampu berkompetisi dengan berbagai perbankan nasional, khususnya di Sumatera Utara. Hal ini sesuai dengan arahan dan target Gubernur Bobby Nasution, bahwa pada tahun 2027
Bank Sumut harus naik kelas," ujar Dida.
Transformasi Digital Tak Bisa Ditunda
Dida juga menyoroti pentingnya percepatan transformasi digital di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin kompetitif.Menanggapi rencana peluncuran aplikasi mobile banking yang memungkinkan masyarakat membuka rekening secara digital, Dida menilai adaptasi terhadap teknologi merupakan langkah strategis yang harus dilakukan.
"Teknologi yang ada sekarang harus kita aplikasikan sehingga
Bank Sumut bisa ikut berkompetisi di dunia industri perbankan saat ini," katanya.
Ia menegaskan, investasi di bidang teknologi menjadi kebutuhan penting bagi Bank Sumut untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen dan perkembangan layanan perbankan digital.
"Tanpa investasi teknologi, saya yakin Bank Sumut akan sulit berkompetisi," tegasnya.
Baca Juga: Gubsu Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Jadi Penggerak Ekonomi dan Pembangunan Sumatera Utara Media Bukan Sekadar Pemberi Kabar
Dalam kesempatan tersebut, Dida juga mengajak insan pers, nasabah, dan seluruh masyarakat Sumatera Utara untuk tidak ragu menyampaikan kritik maupun masukan terkait pelayanan Bank Sumut.
"Apa pun yang menjadi permasalahan di Bank Sumut, tolong sampaikan kepada kami, baik melalui media seperti Sumut24 Group maupun langsung dari para nasabah. Itu akan menjadi pecutan bagi kami untuk terus melakukan improvement," katanya.
Menurut Dida, kritik dan masukan dari publik dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Pandangan tersebut sekaligus menempatkan media sebagai salah satu mitra strategis dalam mendorong keterbukaan dan pengawasan publik terhadap pelayanan perbankan.
Sementara itu, CEO Sumut24 Group sekaligus Ketua JMSI Sumut, Rianto SH MH, mengatakan sinergi antara media dan Bank Sumut merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Baca Juga: Menteri UMKM Tambah Kuota KUR Bank Sumut Jadi Rp2 Triliun untuk Perkuat Akses Pembiayaan "Dengan adanya sinergi antara media dan
Bank Sumut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik.
Informasi yang akurat, kritik yang objektif, dan ruang komunikasi yang terbuka akan menjadi pemicu peningkatan kinerja Bank Sumut ke depan," ujar Rianto.
Ia menilai kolaborasi yang sehat antara media, nasabah, dan manajemen dapat menciptakan ruang komunikasi yang konstruktif sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya layanan perbankan yang semakin transparan, inovatif, dan kompetitif di tengah percepatan transformasi digital industri perbankan Indonesia.red