DELISERDANG | – Keluarga besar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Ambal Warso ke-32 sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat guyub sedulur, sekaligus melestarikan budaya Jawa.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Ketua KB DIY Sumarsono, Brigjen TNI (Purn) Ahwan, Beny Subarjo, Rianto SH MH, Paryono serta keluarga besar dan warga Paguyuban DIY.
Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo dalam kesempatan itu menyampaikan pentingnya menjaga kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Baca Juga: Syukuran HUT ke-14 Sumut24, KH Hambali: Media Harus Jadi Penyebar Kebaikan dan Dakwah "Perlulah kita terus menjaga guyub sedulur. Persaudaraan harus tetap dirawat dan budaya Jawa harus terus dilestarikan, terutama agar nilai-nilai luhur budaya tersebut dapat diwariskan kepada generasi muda," ujar Lom Lom Suwondo.
Sementara itu, Ketua KB DIY Sumarsono mengatakan, Ambal Warso ke-31 bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wadah silaturahmi bagi seluruh warga Paguyuban DIY.
"
Ambal Warso yang ke-31 ini bagi warga Paguyuban DIY menjadi ajang silaturahmi. Kita ingin kebersamaan tetap terjaga dan bersama-sama ikut melestarikan budaya Jawa," kata Sumarsono.
Hal senada disampaikan Brigjen TNI (Purn) Ahwan. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh sedulur Jawa Yogyakarta yang hingga kini masih konsisten menjaga dan membumikan budaya Jawa.
"Terima kasih kepada sedulur Jawa Yogyakarta yang masih terus ikut membumikan budaya Jawa. Ini merupakan bagian penting dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal generasi berikutnya," ungkapnya.
Baca Juga: KH. Akhmad Khambali,SE,MM : Kepolisian Lebih Tepat Berada Langsung di Bawah Presiden Sementara itu, DPP Pujakesuma Bersatu Rianto SH MH atau yang akrab disapa Anto Genk mengapresiasi semangat keguyuban warga Jawa DIY.
Menurutnya, kebersamaan dan silaturahmi seperti Ambal Warso menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masyarakat Jawa tetap kuat.
"Kami mengapresiasi keguyuban sedulur Jawa DIY. Semoga semangat kebersamaan, kerukunan dan kecintaan terhadap budaya Jawa terus tumbuh serta menjadi perekat persaudaraan," ujar Anto Genk.
Ambal Warso ke-31 tersebut berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Semangat guyub, rukun, dan sedulur menjadi pesan utama dalam kegiatan yang sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan budaya Jawa di Sumatera Utara. Rel
Baca Juga: Ambal Turki Rp3,4 Miliar Mulai Dipasang di Masjid Agung Sumut