MEDAN | Silaturahmi tanpa batas. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat CEO Sumut24 Group, Rianto SH MH, sapaan Anto Genk bersilaturahmi dan berbincang santai bersama Wali Kota Medan Rico Waas, di Rumah Dinas
Walikota Medan, Jumat 21 Agustus 2026.
Beragam topik ringan hingga serius mengemuka dalam pertemuan tersebut, Mulai dari penataan kota, dinamika pemerintahan, pencopotan camat, hingga progres pembangunan Kota Medan sepanjang 2026.Namun, ada satu hal yang cukup menarik perhatian, yakni rencana revitalisasi Taman Budaya Medan.
Sambil membuka telepon selulernya, Rico Waas memperlihatkan desain rencana penataan Taman Budaya yang diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru Kota Medan, sekaligus ruang yang dapat memberikan kenyamanan bagi para seniman.
Baca Juga: Wali Kota Binjai Lantik Pengurus Solidaritas Pasar Hongkong Periode 2026–2031 "Insyaallah Taman Budaya akan menjadi ikon baru yang memanjakan para seniman," ujar Rico.
Menurutnya, revitalisasi tersebut bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Penataan Taman Budaya merupakan bagian dari sentuhan Pemerintah Kota Medan terhadap para pelaku seni.
Hal ini dinilai semakin relevan karena Rico Waas juga memiliki kedekatan dengan dunia seni dan memahami kebutuhan ruang bagi para seniman untuk berekspresi dan berkarya.
Tata Aset Pemko
Dalam perbincangan itu, Rico juga memaparkan langkah Pemko Medan dalam menata sejumlah aset yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sejumlah aset mulai ditata, termasuk kawasan eks Plaza Medan dan eks Novotel Soechi. Sementara aset-aset lainnya kini tengah dalam proses inventarisasi untuk melihat potensi pemanfaatannya bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan kota.Menariknya, kawasan eks Plaza Medan Baru juga mendapat perhatian.
Baca Juga: Di Balik Pujian Pensi Al-Hikmah, Wakil Wali Kota Medan Beri Warning Soal Narkoba dan Judol Jika sebelumnya kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu lokasi pelayanan perizinan, kini mulai diarahkan menjadi ruang baru dengan konsep "Sarina Medan".
Rico kembali memperlihatkan layar telepon selulernya yang menampilkan progres penataan eks Plaza Medan Baru. Dari desain yang diperlihatkan, kawasan tersebut terlihat cukup apik dan memiliki potensi menjadi ruang aktivitas baru di Kota Medan.
Konsep ini, kata Rico, salah satunya diarahkan untuk memberikan ruang bagi pelaku UMKM di Medan agar dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha.
"Ayo kita lihat dan ramaikan," kata Rico.
Pertemuan yang berlangsung satu jam ini dalam suasana santai tersebut ternyata menyimpan banyak cerita tentang arah pembangunan Kota Medan. Dari penataan ruang, revitalisasi kawasan, pengelolaan aset hingga pemberdayaan seniman dan UMKM.
Masih banyak hal yang disampaikan dalam obrolan ringan tersebut. Sejumlah pembahasan lainnya akan dikupas lebih lanjut.Medan Untuk Semua.(Red/Anto Genk)
Baca Juga: Siapkan Event Wali Kota Cup 2026, Pordasi Medan dan Pordasi Sumut Kolaborasi Benahi Stable Berkuda Taman Cadika Medan