Jakarta, – Amartha Financial (Amartha) bersama Women's World Banking (WWB), Center of Financial Inclusion at Accion, Mastercard Center for Inclusive Growth, CERISE+SPTF, SME Finance Forum (SMEFF), KUMPUL, Beenext, dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) resmi meluncurkan Indonesian Coalition for Financial Health (ICFH). Koalisi lintas sektor ini bertujuan untuk memperkuat agenda kesehatan finansial bagi komunitas akar rumput di Indonesia.
Inisiatif strategis ini mendapatkan dukungan penuh dari Ratu Máxima dari Belanda dalam jabatannya sebagai United Nations Secretary-General's Special Advocate for Financial Health (UNSGSA), di mana perwakilan Ratu Máxima dari Belanda turut hadir dalam prosesi peluncuran. Anggota koalisi yang terdiri dari keberagaman pemangku kepentingan domestik.
.
dan global ini mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong potensi akar rumput agar dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan. Diluncurkan bersamaan dengan perhelatan The 2026 Asia Grassroots Forum, anggota ICFH terdiri dari keberagaman stakeholder domestik maupun global, yang mencerminkan komitmen bersama dalam mendorong potensi ekonomi akar rumput di Indonesia agar dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan.
Dalam kunjungan resmi ke Indonesia pada November 2025, Ratu Máxima selaku UNSGSA mengunjungi UMKM Binaan
Amartha di Jawa Tengah untuk mendengar langsung bagaimana produk dan layanan
Amartha telah meningkatkan kesehatan finansial dan membantu mendorong pertumbuhan UMKM mereka. Ratu Máxima juga berbicara dengan jajaran pimpinan
Amartha mengenai pentingnya mengumpulkan para mitra untuk memperluas inisiatif kesehatan finansial di seluruh Indonesia dan kawasan, khususnya di komunitas yang belum sepenuhnya terlayani. "Melalui ICFH, kami berharap paradigma inklusi keuangan dapat berkembang lebih jauh, tidak hanya berfokus pada akses, melainkan juga pada ketahanan dan kesejahteraan masyarakat sebagai hasil nyata yang ingin dicapai, terutama bagi kebutuhan komunitas akar rumput, termasuk UMKM perempuan di perdesaan dan kelompok yang belum terlayani lainnya," ujar Aria Widyanto, Kepala Sekretariat Indonesian Coalition for Financial Health, yang sampai saat ini sudah melayani lebih dari 4 juta pelaku usaha perempuan di perdesaan. Dukungan ini membantu para UMKM membangun ketahanan finansial, mengembangkan usaha secara berkelanjutan, dan berpartisipasi lebih aktif dalam ekonomi keluarga.
Subhasini Chandran, Senior Vice President, Social Impact, APEMEA, Mastercard Center for Inclusive Growth, menambahkan, "Inklusi keuangan selama ini diukur dari seberapa banyak masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan. Seiring dengan terus bertumbuhnya kelas menengah global, kita perlu memastikan bahwa akses tersebut benar-benar digunakan dan mendorong ketahanan, sehingga dapat menciptakan lebih banyak peluang untuk bertumbuh. Koalisi dan para mitra ini akan memainkan peran penting dalam memperkuat agenda kesehatan finansial bagi komunitas akar rumput di Indonesia, dan hal ini sejalan dengan komitmen terbaru Mastercard untuk menghubungkan dan melindungi 500 juta orang serta usaha kecil dalam perjalanan mereka menuju kesehatan finansial."
Sebagai salah satu anggota ICFH yang berfokus pada penguatan ekosistem kewirausahaan, Faye Wongso, Founder & Chairperson KUMPUL menekankan pentingnya kolaborasi untuk membantu pelaku usaha akar rumput tumbuh lebih tangguh dan berkelanjutan. "Bagi pelaku usaha akar rumput, kesehatan finansial bukan hanya tentang akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga kemampuan untuk mengelola usaha, memahami peluang pasar, dan beradaptasi dengan teknologi. Melalui ICFH, KUMPUL melihat peluang untuk menghubungkan pelaku usaha dengan pendampingan, solusi, dan jejaring yang tepat agar mereka dapat berkembang secara lebih berkelanjutan," ujar Faye.
Dalam implementasinya, ICFH akan berfokus pada tiga agenda utama. Pertama, Research & Evidence Generation, yaitu pengembangan basis pengetahuan dan data mengenai kesehatan finansial yang relevan dengan konteks Indonesia, sensitif terhadap gender, dan berakar pada realitas masyarakat akar rumput. Kedua, Financial Health Innovation Hub, yakni ruang kolaborasi untuk merancang, menguji, dan memperluas inovasi keuangan inklusif seperti alternative credit scoring, open finance, embedded finance, serta layanan keuangan berbasis komunitas. Ketiga, Convening Platform, yaitu forum kolaborasi lintas pemangku kepentingan untuk menyelaraskan agenda, membangun komitmen, dan mendorong aksi nyata bagi pertumbuhan inklusif.
ICFH juga akan mengembangkan sejumlah inisiatif strategis, mulai dari Grassroots Financial Alliance untuk memperluas akses produk keuangan mikro di komunitas perdesaan dan perempuan, Research & Shared Metrics untuk mengukur ketahanan, kesiapan, dan pemulihan finansial, hingga Innovation Labs sebagai ruang pengembangan model dan solusi yang dapat diperluas. Koalisi ini juga akan mendorong Practitioner Learning & Peer Exchange serta perubahan narasi dari sekadar akumulasi aset menuju kesiapan finansial, keamanan hidup, dan ketahanan ekonomi yang berangkat dari pengalaman nyata perempuan.
Melalui ICFH, Amartha bersama mitra berharap dapat menjadi salah satu rujukan global dalam pengembangan ekosistem financial health yang relevan, kolaboratif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga diharapkan dapat memperkuat peran komunitas akar rumput, khususnya UMKM perempuan, sebagai bagian penting dari agenda pembangunan ekonomi yang lebih inklusif di Indonesia dan kawasan.r