Merajut Asa Ditengah Luka, FK UISU Pendampingan Psikososial PKM Fase Tanggap Darurat di Sibolga dan Sekitarnya

Agus Supratman - Minggu, 28 Desember 2025 16:27 WIB
Tim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melakukan Psikoedukasi Trauma Healing berbasis komunitas di Sibolga.(Foto: Istimewa)

SIBOLGA | Garda.id - Tim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melalui program hibah Kemdiktisaintek tanggap darurat dengan kegiatan pendampingan psikososial fase tanggap darurat penanganan pasca bencana di Kota Sibolga dan sekitarnya, pada 13 sampai 30 Desember 2025.

Ketua Tim Pendampingan Psikososial FK UISU Meri Susanti, S. Psi, M. Psi, Psikolog menjelaskan, pendampingan dilakukan di Kelurahan Aek Manis, Kelurahan Aek Parombunan Kecamatan Sibolga Selatan Kota Sibolga. Desa Lopian Kecamatan Badiri Kabupaten Tapanuli Tengah. Desa Garoga Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan.

Menurut Meri Susanti, kegiatan Tim difokuskan pada: Asesmen awal, koordinasi lintas sektor, Psychological First-Aid (PFA), berupa pendampingan Psikososial dan Trauma Healing, layanan mobile clinic, community resilience dan penyaluran bantuan logistik. Tim beranggotakan Dr. dr. Ira Aini Dania, M. Ked (KJ), Sp. Kj, dr. Aulia Novasyra M. Kes., beserta mahasiswa, serta tenaga kependidikan FK UISU. Ruang lingkup wilayah kerja yang dijangkau adalah kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan yang menjadi wilayah terdampak terparah bencana.

Baca Juga: Dr. Asren Nasution: UISU Kampus Religius dan Nasionalis, Melahirkan Generasi Cerdas Berbudi Pekerti, Benteng Pertahanan Negara Tim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melakukan pendampingan PFA, asesmen sasar dan screening awal sasus psikologis(Foto: Istimewa)

Meri Susanti menambahkan, koordinasi telah dilakukan dengan Pemerintahan Kota Sibolga dalam hal ini Walikota Sibolga, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ketua komisi VIII DPR RI, Dinas Kesehatan Kota Sibolga, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Setelah melakukan koordinasi bersama pihak pemerintah dan berbagai temuan kasus, kegiatan yang awalnya berfokus ke kota Sibolga di perluas ke berbagai daerah terdampak di sekitar kota Sibolga seperti kab. Tapteng dan kab. Tapsel," ujar Meri Susanti.

Tim Pendampingan Psikososial FK UISU, kata Meri Susanti, mendapati beberapa temuan menarik terkait trauma dan rasa kehilangan secara mendalam pada kelompok usia rentan. Terutama warga yang menyaksikan secara langsung bencana alam yang begitu besar berdampak secara fisik, psikis, dan relasi sosial pada masyarakat. Kehilangan anggota keluarga, harta benda memberikan luka secara mendalam. Sehingga adanya penemuan kasus traumatik secara unik di masyarakat pasca bencana. Berdasarkan hasil asesmen awal, tim PKM FK UISU memberikan pendampingan intervensi secara khusus secara individual dan follow-up sebagai evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan.

Koordinasi di lapangan pada saat melakukan skrining dan penemuan kasus psikologis bekerja sama dengan tim dari Puskesmas Aek Habil, Pustu Aek Manis, dan Puskesmas Aek Parombunan. Kegiatan berupa skrining, dan penemuan kasus terkait kesehatan mental dan psikologis. Beberapa kasus dijumpai berupa, grief, reaksi stres akut, simtom ansietas dan depresi, dan PTSD.

"Namun ada kasus menarik yang bisa kita angkat menjadi pembelajaran bersama, bahwa salah satu faktor keberhasilan penyintas juga dipengaruhi oleh nilai-nilai spiritual yang yang dianut sehingga mempercepat proses pemulihan dan penerimaan," ujar Ketua Tim Pendampingan Psikososial FK UISU Meri Susanti.

Meri Susanti mengungkap, Tim Pendampingan Psikososial FK UISU juga melakukan kegiatan mobile clinic di lokasi terdampak kasus terbanyak yang dijumpai berupa infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, dan penyakit kulit yang menyerang kelompok usia rentan.

Tim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melakukan Community resilience bergotomng royong membersihakn sekolah di SDN 158498 Aek Tolang.(Foto: Istimewa)

Sedangkan Community resilience berupa membantu membersihkan dampak dari bencana, kegiatan dilakukan di berbagai tempat yang terdampak bencana seperti rumah warga di desa Lopian dan SDN 158498 Aek Tolang, Kec. Pandan, Kab. Tapanuli Tengah. Ada berbagai lokasi yang bisa dilakukan program ini di Kecamatan Badiri. "Dikarenakan sulitnya akses lokasi akibat bencana banjir bandang menyebabkan tidak terjangkaunya desa desa yang lebih dalam di kecamatan tersebut,"ditegaskan oleh Meri Susanti.Beberapa poin krusial untuk penanganan lanjutan kasus trauma psikologis dengan: melakukan follow up kasus psikologis dan kesehatan mental di beberapa daerah terdampak secara berkelanjutan dan berkoordinasi dengan puskesmas setempat.

Di kesempatan yang sama Ira Aini Dania menambahkan perlunya melakukan monitoring dan evaluasi serta pengobatan berkelanjutan bagi mereka yang sebelum nya telah memiliki masalah gangguan mental diperparah dengan kondisi bencana yang telah terjadi. Kebutuhan mendesak bagi warga Desa Lopian, Kab. Tapteng adalah perlu dibentuk posko bantuan di beberapa titik di wilayah Kec. Badiri dalam penyaluran bantuan sembako, pakaian, dan makanan siap saji. Untuk saat ini bantuan disalurkan hanya di Desa Lopian. Karena desa Lopian sebagai tempat lalu lintas penyaluran bantuan menuju Desa Garoga, Kec. Batang Toru kab. Tapsel. Saat ini hanya ada satu posko bantuan di Desa Kebun Pisang, lokasinya lebih masuk ke dalam sehingga tidak semua warga terdampak dapat mengakses.

"Secara umum penanggulangan bencana difase tanggap darurat dalam program pendampingan psikososial sudah berjalan dan terkoordinir oleh pihak terkait, diperlukan monitoring dan evaluasi terkait dengan kasus psikologis secara berkelanjutan," tambah Ketua Tim Pendampingan Psikososial FK UISU.(Agus S)

Teks fotoTim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melakukan Psikoedukasi Trauma Healing berbasis komunitas di Sibolga.(Foto: Istimewa)2Tim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melakukan layanan mobile clinic di sekolah yang ada di Sibolga. (Foto: Istimewa)3Tim Pendampingan Psikososial Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) melakukan Community resilience bergotomng royong membersihakn sekolah di SDN 158498 Aek Tolang.(Foto: Istimewa)

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Dr. Asren Nasution: UISU Kampus Religius dan Nasionalis, Melahirkan Generasi Cerdas Berbudi Pekerti, Benteng Pertahanan Negara