Gunung Semeru dan Bromo Erupsi: Pengunjung Dilarang Mendekat hingga Waspada Letusan Tiba-tiba

Nas - Jumat, 06 November 2026 09:09 WIB
Ist

Bromo - Gunung Bromo dan Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi dalam waktu berdekatan.

Gunung Bromo yang berada di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, erupsi pada Kamis, 5 November 2026 sore.

Letusan tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 500 meter di atas puncak kawah. Masyarakat dan wisatawan di kawasan Gunung Bromo diminta meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, erupsi terjadi pada pukul 17.11 WIB dan kolom letusan teramati mencapai ketinggian 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Terjadi erupsi Gunung Bromo pada hari Kamis pukul 17.11 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Bromo, Budi Marwanto dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis, 5 November 2026.

Budi menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik yang keluar dari kawah berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal.

Erupsi tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi sekitar 46 detik, serta abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat mengikuti arah angin.

Status Gunung Bromo Masih Level II Waspada

Meski mengalami erupsi, status aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih berada pada Level II atau Waspada.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengeluarkan imbauan mengenai jarak aman untuk masyarakat di sekitar Gunung Bromo.

"Masyarakat dan pengunjung atau wisatawan, serta pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo," tulis dalam keterangan resmi PVMBG pada Jumat, 6 November 2026.

Imbauan tersebut mengingatkan masyarakat yang banyak beraktivitas di sekitar Gunung Bromo mengenai kemungkinan letusan freatik.

Pasalnya, letusan tersebut bisa terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.

Erupsi Gunung Semeru

Sementara itu, Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang mengalami erupsi pada Kamis, 5 November 2026 pagi dengan mengeluarkan awan panas guguran (APG) sejauh 4.500 meter

Erupsi di Gunung Semeru sendiri terjadi pada pukul 09.24 WIB dengan disertai kolom abu vulkanik tebal yang membubung hingga 700 meter di atas puncak kawah atau mencapai ketinggian sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut.

Mengenai statusnya, saat ini Gunung Semeru berada di Level III atau Siaga.

"Kami imbau untuk warga yang beraktivitas di sekitar Gunung Semeru terutama daerah jalur luncuran awan panas di sektor tenggara Besuk Kobokan untuk meningkatkan kewaspadaannya," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis, 5 November 2026.

"Harus selalu siaga karena potensi awan panas susulan sewaktu-waktu bisa terjadi," lanjutnya.

Warga juga dilarang beraktivitas di area sekitar 13 kilometer dari puncak serta menjauh setidaknya 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan.

Perluasan awan panas dan aliran lahar juga harus diwaspadai karena berpotensi mencapai jarak 17 kilometer dari puncak.rel pro


Tag:

Berita Terkait