AMPERAKSU Desak Polda dan Bea Cukai Bongkar Jaringan Rokok Ilegal HELIUM, Soroti Dugaan Pembiaran dan Respons Oknum Bea Cukai

Nas - Senin, 06 Juli 2026 16:51 WIB

Medan – Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat Kecil Sumatera Utara (AMPERAKSU) mendesak Polda Sumatera Utara bersama Bea Cukai Medan mengusut tuntas dugaan jaringan peredaran rokok ilegal merek HELIUM yang diduga telah merugikan negara hingga miliaran rupiah akibat tidak dibayarkannya cukai.

Desakan tersebut disampaikan melalui aksi unjuk rasa dan penyampaian pernyataan sikap di depan Mapolda Sumatera Utara dan Kantor Bea Cukai Medan, Senin (6/7).

Koordinator Aksi AMPERAKSU, Rian Lubis, didampingi Koordinator Lapangan Muhammad Ridho, mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi lapangan dan memperoleh informasi mengenai dugaan adanya gudang penyimpanan rokok ilegal merek HELIUM di sejumlah lokasi di Sumatera Utara. Menurutnya, aparat penegak hukum harus segera mengusut aktor utama, jaringan distribusi, hingga pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung peredaran rokok ilegal tersebut.

Baca Juga: Rokok Ilegal Helium Jadi Sorotan, Massa Aksi Minta Polda Sumut Bertindak dan Ungkap Dalang Peredarannya "Peredaran rokok ilegal bukan hanya merugikan penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga mencederai penegakan hukum. Kami meminta aparat bertindak tegas dan transparan agar tidak ada kesan pembiaran terhadap praktik ilegal ini," kata Rian.

Rian menilai, di tengah kondisi ekonomi nasional yang masih menghadapi berbagai tantangan, penerimaan negara dari sektor cukai seharusnya menjadi perhatian serius. Karena itu, ia mempertanyakan dugaan pembiaran terhadap peredaran rokok ilegal, khususnya merek HELIUM.

"Saat kondisi keuangan negara sedang membutuhkan optimalisasi penerimaan, kami menduga masih terjadi pembiaran terhadap peredaran rokok ilegal, khususnya merek HELIUM. Jika dugaan ini benar, tentu sangat merugikan negara. Kami meminta Bea Cukai Medan dan Polda Sumut segera membuktikan komitmennya dengan melakukan penindakan secara terbuka dan tegas," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, AMPERAKSU juga menyoroti sikap seorang oknum pegawai Bea Cukai Medan yang menurut mereka bertugas di bidang pemeriksaan dan penyidikan. Rian mengaku kecewa karena aspirasi masyarakat yang bertujuan membantu menyelamatkan penerimaan negara justru diduga dianggap sebagai "pengganggu".

"Sangat kami sayangkan apabila masyarakat yang menyampaikan informasi demi menyelamatkan uang negara justru dianggap sebagai pengganggu. Seharusnya informasi dari masyarakat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk mengungkap praktik peredaran rokok ilegal, bukan direspons secara negatif," tegasnya.

AMPERAKSU mendesak Bea Cukai Medan bersama Ditreskrimsus Polda Sumut segera menelusuri lokasi-lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan rokok ilegal merek HELIUM serta mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, termasuk apabila terdapat oknum aparat yang terbukti memberikan perlindungan terhadap praktik tersebut.

Menanggapi aspirasi tersebut, N. Prismana, yang disebut sebagai pejabat pada bidang pemeriksaan dan penyidikan Bea Cukai Medan, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan AMPERAKSU.

"Kami akan menindaklanjuti laporan dari AMPERAKSU dan berencana mengajak mereka mengikuti razia rokok ilegal dalam waktu dekat. Peredaran rokok ilegal terus terjadi karena masih ada masyarakat yang membeli produk tersebut, padahal itu merugikan negara," ujar Prismana.rel

Editor
: Administrator

Tag:

Berita Terkait

Nasional

Rokok Ilegal Helium Jadi Sorotan, Massa Aksi Minta Polda Sumut Bertindak dan Ungkap Dalang Peredarannya