Prestasi Membanggakan! 7 Pimpinan Kampus Sumut Raih Gelar CHEL Nasional

Nas - Jumat, 23 Oktober 2026 18:44 WIB
Sebanyak tujuh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) asal Sumut berhasil meraih gelar eksekutif CHEL (Coach of Higher Education Leaders) setelah mengikuti program AERLA (APTISI Executive Rector Leadership Academy) Angkatan I yang berlangsung di Jakarta,

JAKARTA – Prestasi membanggakan ditorehkan dunia pendidikan tinggi Sumatera Utara. Sebanyak tujuh pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) asal Sumut berhasil meraih gelar eksekutif CHEL (Coach of Higher Education Leaders) setelah mengikuti program AERLA (APTISI Executive Rector Leadership Academy) Angkatan I yang berlangsung di Jakarta, 21–23 Oktober 2026.

Ketujuh pimpinan tersebut menjadi bagian dari 40 rektor terpilih dari perguruan tinggi swasta berakreditasi Unggul di seluruh Indonesia yang mengikuti program pengembangan kepemimpinan pendidikan tinggi tersebut.

Adapun tujuh pimpinan perguruan tinggi asal Sumatera Utara yang meraih gelar CHEL yakni Agussani dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Muhammad Isa Indrawan dari Universitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB), Johannes Sembiring dari DELI HUSADA, Siti Nurmawan Sinaga dari MITRA HUSADA, Jopinus Ramli Saragih dari EFARINA, Syafrida dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), serta Rahmat Gurusinga dari MEDISTRA.

Delegasi Sumut dipimpin Muhammad Isa Indrawan, Rektor UNPAB yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Sumatera Utara.

Program AERLA Angkatan I merupakan kolaborasi APTISI Pusat dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan rektor dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional, meningkatkan mutu akademik, serta memperkuat daya saing institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

Siap Dorong Peningkatan Mutu Kampus di Sumut

Perolehan gelar CHEL diharapkan menjadi modal penting bagi ketujuh pimpinan tersebut untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di Sumatera Utara.

Tantangan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kualitas pembelajaran, tetapi juga mencakup tata kelola kelembagaan, peningkatan akreditasi, transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta penguatan hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.

Para penerima gelar CHEL diharapkan mampu membagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan kampus, sekaligus mendorong kolaborasi ant perguruan tinggi guna mempercepat peningkatan mutu pendidikan tinggi di daerah.

Ketua Umum APTISI Pusat, Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, memberikan apresiasi terhadap komitmen para pimpinan perguruan tinggi yang mengikuti program tersebut.

Kehadiran para pemimpin dengan kompetensi kepemimpinan yang semakin kuat diharapkan dapat menjadi penggerak penerapan tata kelola kampus modern untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional.

Isa Indrawan: Ini Amanah untuk Pendidikan Sumatera Utara

Muhammad Isa Indrawan menegaskan, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada pemberian gelar semata, tetapi harus diwujudkan melalui program nyata yang memberikan dampak bagi perguruan tinggi di Sumatera Utara.

Ia menyampaikan rencana pembentukan tim akselerasi yang melibatkan para pimpinan penerima gelar CHEL guna memperkuat sinergi dan mendorong peningkatan mutu perguruan tinggi swasta di daerah.

"Amanah nasional ini adalah kemenangan bagi dunia pendidikan Sumatera Utara. Kami, ketujuh pimpinan pendidikan tinggi yang telah mengikuti program ini, siap bersinergi dan turun langsung ke daerah-daerah untuk memastikan kampus swasta di Sumut tidak hanya bertahan, tetapi melompat menjadi pusat keunggulan akademik berbasis teknologi digital," ujar Isa.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Perguruan tinggi dituntut terus berinovasi, memperkuat kualitas lulusan, memanfaatkan teknologi, serta membangun kemitraan strategis dengan dunia usaha dan industri.

Dengan raihan gelar CHEL tersebut, tujuh pimpinan perguruan tinggi Sumatera Utara diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong peningkatan akreditasi, penguatan tata kelola, dan transformasi digital kampus.

Prestasi ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi swasta Sumut dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing, sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Red


Tag:

Berita Terkait