Semua Persoalan Danau Toba Dibawa ke Toba Caldera, Begini Penjelasan Badan Pengelola

Nas - Sabtu, 19 September 2026 00:46 WIB
Tikwan Raya Siregar ist

MEDAN, GARDA.ID

Nama Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark belakangan seolah menjadi tempat bermuaranya berbagai persoalan di kawasan Danau Toba.

Mulai dari kondisi air danau yang keruh, kebakaran, gempa bumi, sampah berserakan hingga ikan mati mengambang, nama Toba Caldera kerap ikut disebut dan dikaitkan dengan persoalan tersebut.

"Danau keruh, panggil Badan Pengelola Toba Caldera. Ada kebakaran, panggil Toba Caldera. Gempa bumi, cari Toba Caldera. Sampah berserak, cari Toba Caldera. Ikan mati mengambang, kejar Toba Caldera," demikian gambaran yang disampaikan Tikwan Raya Siregar dari Tim Badan Pengelola Toba Caldera, pada dalam laman relis facebooknua, Jumat 18 September 2026.

Baca Juga: Tobat Ekologis dari Kampus: Membaca Darurat Sampah Indonesia Ia bahkan berseloroh, jika ada anjing tertabrak di jalan, bisa saja Toba Caldera ikut dicari. Namun, bagian tersebut disebutnya hanya sebagai candaan.Fenomena itu, menurut Tikwan, menunjukkan besarnya harapan masyarakat terhadap keberadaan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Besarnya ekspektasi publik sekaligus menjadi tantangan bagi lembaga tersebut. Persepsi masyarakat terhadap sebuah lembaga dapat berkembang dan menjadikan lembaga tertentu sebagai kanal penyampaian aspirasi, meskipun persoalan yang disampaikan belum tentu berada dalam kewenangan lembaga tersebut.

Bukan Lembaga yang Berkuasa

Tikwan mengatakan, secara perlahan masyarakat mulai memahami fungsi dan kapasitas Badan Pengelola Toba Caldera.

Menurutnya, lembaga tersebut bukan institusi yang memiliki kewenangan untuk menangani seluruh persoalan di kawasan Danau Toba."Badan Pengelola Toba Caldera adalah sahabat dalam memilih protokol pengelolaan kawasan geopark. Dia tidak berkuasa dan tidak membawa kepemimpinan," ujar senior pers ini.

Ia menjelaskan, Toba Caldera UNESCO Global Geopark merupakan salah satu mata rantai dalam jaringan berbagai komponen sosial yang bersama-sama memiliki peran dalam pengelolaan kawasan.Posisi Badan Pengelola Toba Caldera, lanjutnya, berada di tengah dengan tugas membangun dialog, mengumpulkan gagasan dan merumuskan formulasi yang dapat dikerjakan secara kolaboratif.

Baca Juga: Dinkes Sumut: BB POM Medan Temukan Kandungan Bakteri Berlebih Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus "Dia bekerja di tengah. Membangun dialog. Mengumpulkan gagasan. Dan merumuskan formulasi. Untuk dikerjakan dalam semangat kolaborasi demi tujuan yang selaras dengan prinsip pengelolaan taman bumi," katanya.

Dorong Penguatan Kapasitas Lembaga

Menurut Jurnalis Pometro ini, pengelolaan kawasan geopark tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja. Dibutuhkan keterlibatan berbagai komponen sosial dan pemangku kepentingan untuk mewujudkan pengelolaan yang sesuai dengan prinsip taman bumi.

Karena itu, tingginya harapan masyarakat terhadap Toba Caldera juga menjadi momentum bagi lembaga tersebut untuk terus meningkatkan kapasitas."Untuk itu, kami pun harus terus-menerus meningkatkan kapasitas dan kompetensi lembaga," katanya.

Ia menegaskan, keberadaan Badan Pengelola Toba Caldera bukan untuk menggantikan peran pemerintah maupun mengambil alih kewenangan instansi lain.

Lembaga tersebut berupaya menjadi bagian dari jejaring kolaborasi dalam pengelolaan Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Baca Juga: Pelari Stephen Roux Asal Prancis Juarai Ultra 100K Lari Lintas Alam Trail of The Kings Danau Toba Dengan pemahaman mengenai fungsi dan batas kewenangan masing-masing pihak, pengelolaan kawasan Danau Toba diharapkan dapat berjalan melalui kerja bersama, dialog, serta kolaborasi berbagai unsur, pungkas Tikwan yang juga dikenal pengerajin cerutu ini.(Red)


Tag:

Berita Terkait

Lipsus

Tobat Ekologis dari Kampus: Membaca Darurat Sampah Indonesia

Lipsus

Dinkes Sumut: BB POM Medan Temukan Kandungan Bakteri Berlebih Bacillus cereus dan Staphylococcus aureus

Lipsus

Pelari Stephen Roux Asal Prancis Juarai Ultra 100K Lari Lintas Alam Trail of The Kings Danau Toba

Lipsus

61 Peserta dari Berbagai Negara Ikut Lari Lintas Alam Trail of The Kings Kategori 100K di kawasan Danau Toba