Dispora Kota Medan Dukung Penuh Gelaran The Khourt Independence Padel Tournament 2026

Nas - Jumat, 31 Juli 2026 19:47 WIB
Perkembangan olahraga padel di Kota Medan mendapat angin segar. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan menyatakan dukungan terhadap The Khourt Independence Padel Tournament 2026, turnamen yang digelar MatchHub SportID dalam menyemarakkan HUT ke-81

MEDAN | Perkembangan olahraga padel di Kota Medan mendapat angin segar. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan menyatakan dukungan terhadap The Khourt Independence Padel Tournament 2026, turnamen yang digelar MatchHub SportID dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kepala Dispora Kota Medan, H. Tengku Chairuniza, S.Sos., M.AP., menilai turnamen padel tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan olahraga baru yang tengah diminati masyarakat.

Menurutnya, kompetisi olahraga tidak semata-mata berbicara mengenai perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet, membangun sportivitas dan memperkuat hubungan antarkomunitas.

"Kami dari Dispora Kota Medan memberikan dukungan terhadap kegiatan positif seperti The Khourt Independence Padel Tournament 2026. Ini merupakan momentum yang baik untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga sekaligus membuka ruang bagi atlet-atlet potensial untuk berkembang," ujar Tengku saat pertemuan dengan Panitia Penyelenggara di Medan. (Jum'at, 31/7/2026).

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah turnamen, tetapi dapat berkembang menjadi agenda olahraga yang berkelanjutan.

"Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan dapat menjadi agenda rutin. Dengan semakin banyak kompetisi, tentu semakin terbuka kesempatan bagi masyarakat untuk berolahraga dan bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan serta prestasinya," katanya.

*Tiga Hari Pertandingan, Enam Kategori*

The Khourt Independence Padel Tournament 2026 akan dipusatkan di The Khourt Padel, Komplek CBD Sukadamai, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

Turnamen dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 11-13 September 2026, dengan mempertandingkan enam kategori.

Yakni:- Lower Bronze Men.- Lower Bronze Women.- Upper Bronze Men.- Upper Bronze Women.- Mix Bronze.- Silver Men.

Kategori pertandingan tersebut disusun berdasarkan tingkat kemampuan pemain sehingga peserta dapat berkompetisi secara lebih kompetitif dan proporsional.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 9 Juli 2026 dan akan berakhir pada 15 Agustus 2026.

Tak hanya menawarkan gengsi kompetisi, panitia juga menyiapkan total hadiah lebih dari Rp55 juta yang terdiri dari uang pembinaan, trofi, medali serta hadiah pendukung lainnya.

Ketua Dewan Pembina Panitia, Boby Hadinatha, SH., mengatakan perkembangan padel di Medan harus diikuti dengan hadirnya kompetisi yang terorganisasi dan berkesinambungan.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, komunitas, pelaku usaha dan penyelenggara olahraga menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem olahraga padel.

"Padel memiliki potensi besar untuk berkembang di Kota Medan. Karena itu, kompetisi seperti ini perlu kita dorong bersama. Bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga untuk membangun ekosistem, pembinaan dan regenerasi atlet," ujar Boby.

Ia berharap turnamen tersebut mampu menjadi pintu masuk bagi semakin banyak masyarakat untuk mengenal dan menekuni olahraga padel.

"Kami mengajak masyarakat dan komunitas olahraga untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini. Semoga dari sini muncul atlet-atlet baru yang nantinya mampu berprestasi di tingkat daerah maupun nasional," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat Panitia, Rianto, SH., MH. (Anto Genk), berharap The Khourt Independence Padel Tournament dapat menjadi agenda tahunan dengan cakupan peserta yang semakin luas.

"Padel memiliki prospek yang sangat baik. Kita ingin turnamen ini menjadi agenda rutin yang semakin besar, sehingga bisa mempertemukan pemain dan komunitas dari berbagai daerah," ujar Rianto.

Menurutnya, semakin banyak kompetisi akan semakin meningkatkan pengalaman dan kualitas para pemain.

"Kompetisi yang sehat akan melahirkan pemain yang lebih berkualitas. Di sisi lain, kegiatan seperti ini juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha dan masyarakat di sekitar lokasi pertandingan," katanya.

Ketua Panitia, Dwi Pambudi Utomo, menegaskan The Khourt Independence Padel Tournament 2026 dirancang bukan sekadar ajang perebutan gelar juara.

Turnamen tersebut, kata Dwi, merupakan bagian dari upaya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan olahraga yang mengedepankan sportivitas, kebersamaan dan persaudaraan.

"The Khourt Independence Padel Tournament bukan sekadar kompetisi. Kami ingin menghadirkan momentum kemerdekaan melalui olahraga, sekaligus mempertemukan atlet, komunitas dan pecinta padel dalam suasana kompetisi yang sehat dan sportif," ujar Dwi.

Ia mengatakan MatchHub SportID ingin menjadikan turnamen tersebut sebagai salah satu bagian dari perkembangan ekosistem padel di Sumatera Utara.

"Kami ingin turnamen ini memberikan pengalaman yang positif bagi seluruh peserta. Bukan hanya mengejar kemenangan, tetapi juga membangun persaudaraan dan memperluas jaringan komunitas padel," katanya.

Dwi juga mengajak para pemain padel untuk segera mendaftarkan diri sebelum pendaftaran ditutup.

"Pendaftaran masih dibuka sampai 15 Agustus 2026. Kami mengundang seluruh pemain dan komunitas padel untuk ikut ambil bagian dan bersama-sama menyukseskan The Khourt Independence Padel Tournament 2026," ujarnya.

*Susunan Panitia*

The Khourt Independence Padel Tournament 2026 diselenggarakan MatchHub SportID dengan susunan kepanitiaan:

- Dewan Penasehat: Rianto, SH., MH. (Anto Genk)

- Dewan Pembina: Boby Hadinatha, SH.

- Ketua Panitia: Dwi Pambudi Utomo

- Wakil Ketua: M. Zikri Asmara, S.I.Kom., M.I.Kom.

- Sekretaris: Ali Akbar Velayafi, SH.

Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Dispora Kota Medan, turnamen ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat perkembangan olahraga padel di Kota Medan.

Bukan hanya mengejar prestasi, The Khourt Independence Padel Tournament 2026 diharapkan mampu memperluas basis komunitas, mendorong lahirnya atlet-atlet baru dan menghidupkan ekosistem olahraga serta ekonomi kreatif di Sumatera Utara.

Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diterjemahkan melalui kompetisi yang sehat, sportif dan mampu melahirkan prestasi. *(SS68)*


Tag:

Berita Terkait