Medan – PT Bank Sumut (Perseroda) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu penggerak utama perekonomian Sumatera Utara. Peran strategis tersebut mendapat perhatian nasional melalui kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI, Rabu (1/4), sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran Bank Sumut sebagai mitra utama pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Baca Juga: Perkuat Kolaborasi Pendidikan, UNPAB Hadiri Penandatanganan Kerja Sama Program Kebanksentralan Bank Indonesia Turut hadir dalam agenda tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, para kepala daerah se-Sumatera Utara, serta jajaran pejabat strategis lainnya. Dari manajemen
Bank Sumut, hadir Komisaris Utama Firsal Ferial Mutyara, Direktur Utama Heru Mardiansyah, Direktur Kepatuhan Eksir, serta Direktur TI dan Operasional Sandhy Sofian.
Ketua Tim Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menegaskan bahwa Bank Sumut merupakan BUMD strategis yang memiliki peran vital dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah, khususnya melalui kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pembiayaan sektor produktif.
"Bank Sumut memiliki posisi yang sangat penting dalam ekosistem pembangunan daerah. Dengan tata kelola yang semakin baik, kami optimistis Bank Sumut dapat terus meningkatkan kontribusinya, baik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi maupun memperluas akses keuangan masyarakat," ujar Bahtra.
Sebagai
Bank Pembangunan Daerah,
Bank Sumut tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga berfungsi sebagai katalis pembangunan—menghubungkan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat, khususnya dalam pembiayaan UMKM, sektor produktif, dan proyek-proyek strategis daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya turut menekankan pentingnya penguatan BUMD sebagai pilar ekonomi daerah yang modern, profesional, dan adaptif terhadap perubahan.
"BUMD seperti Bank Sumut harus menjadi lokomotif ekonomi daerah. Dengan tata kelola yang kuat dan transformasi berkelanjutan, BUMD dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Bima Arya.
Baca Juga: PT Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Generasi Pemimpin Baru Perbankan Daerah* Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga menyampaikan apresiasi atas kinerja
Bank Sumut yang dinilai konsisten dan solid. Ia menegaskan bahwa
Bank Sumut memiliki peran kunci dalam mendukung agenda pembangunan daerah, termasuk penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.
"Bank Sumut adalah mitra strategis pemerintah daerah. Ke depan, kami mendorong Bank Sumut untuk terus naik kelas, memperluas inovasi, dan memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara," ujar Bobby.
Direktur Utama Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menjelaskan bahwa kinerja perseroan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif dan berkelanjutan. Pertumbuhan aset yang melampaui rata-rata perbankan regional, peningkatan dana pihak ketiga, serta ekspansi kredit ke sektor produktif menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat.
"
Bank Sumut terus memperkuat perannya sebagai agen pembangunan daerah. Kami fokus pada pembiayaan sektor-sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi riil, khususnya UMKM dan sektor unggulan daerah," jelas Heru.
Lebih lanjut, Heru menegaskan bahwa transformasi Bank Sumut akan terus dipercepat melalui digitalisasi layanan, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah.
Dengan semangat "Berubah, Bertumbuh, dan Berprestasi," Bank Sumut berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera Utara—menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mendorong kemandirian daerah, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Reses Anggota DPR RI Dr. Maruli Siahaan dan Buka Puasa Bersama BAKOPAM Sumut