Aneh!! Sebut Orang Asbun Soal Proyek 2,7 Triliun, Tapi Rahudman Mantan Napi Justru Yang Asbun Sendiri

Garda.id - Jumat, 11 November 2022 06:45 WIB
Aneh!! Sebut Orang Asbun Soal Proyek 2,7 Triliun, Tapi Rahudman Mantan Napi Justru Yang Asbun Sendiri
Ahmad Pauzi Pohan, Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Sumatera Utara.ist

Medan | Garda.id

Ahmad Pauzi Pohan, Ketua Perkumpulan Masyarakat Demokrasi 14 Sumatera Utara (Pede-14 Sumut), kepada wartawan di Medan, Jumat 11/11/2022 mengatakan, "Rahudman mantan napi pidana korupsi yang justru asbun, tiba-tiba muncul, lalu menuduh dan melarang orang lain berpendapat, seakan dirinya sangat tahu persis masalah proyek 2,7 triliun pemerintah provinsi sumatera utara," kata Ketua Pede-14 saat ditanya soal pernyataan Rahudman sebagai tokoh masyarakat sumut dengan judul berita, Rahudman Minta Nezar Tidak Asbun Soal Proyek Rp 2,7 trilyun Jalan Jembatan Sumut.

Kepada wartawan, Ahmad Pauzi Pohan, yang juga salah satu aktivis pemuda di kota Medan ini, mengakui keprihatinan dirinya atas respon Rahudman Harahap yang cenderung tendensius tanpa memahami persoalan yang sudah bergulir ke ranah publik terkait proyek MYC 2,7 T Pemprov Sumut. 

"Setahu kami, Nezar Djoeli, sejak awal sudah merespon persoalan tersebut. Diketahui gugatan Nezar Djoeli dilakukannya ke PTUN di bulan April 2022 lalu, karena proyek 2,7 T itu dianggap melanggar UU tentang administrasi pemerintahan. Bahkan melanggar UU tentang pemerintahan daerah yang menyebut proyek MYC tidak boleh melebihi masa jabatan kepala daerah. Fakta ini mungkin tidak dibaca oleh Rahudman Harahap, karena mungkin beliau sedang sibuk merapatkan diri atau mungkin melakukan pencitraan setelah bebas dari penjara," ujar Ahmad Pauzi Pohan. 

Tentunya sebagai penggugat saat itu, Nezar Djoeli sangat wajar terus memantau apa yang terjadi atas kegiatan Proyek MYC (Multiyears) 2,7 T Pemprov Sumut. Sehingga kita bisa saja menduga Nezar Djoeli mendapatkan fakta-fakta baru terkait kegiatan tersebut, termasuk informasi tentang perusahaan pemenang proyek.

"Jadi yang asbun itu bukan Nezar Djoeli, tetapi sebaliknya Rahudman Harahap yang asbun dan terkesan "ambil muka," sama Gubsu seakan merasa memahami semua proses yang sudah terjadi terkait proyek multiyears. Kami pikir sebaiknya Rahudman Harahap fokus pada proses pencitraan dirinya dan fokus juga pada masalah-masalah masa lalu yang mungkin bisa menjadi catatan lainnya atas kinerja kepemimpinan Rahudman Harahap waktu menjadi walikota Medan, seperti masalah ganti rugi center point, dan yang lainnya," kata Ahmad Pauzi Pohan. (rel)

Editor
: Garda.id
Sumber
:

Berita Terkait

Demokrasi

Medan Kembali Normal Pascabanjir, Mendagri: Aktivitas Sudah Berjalan Kembali

Demokrasi

Apresiasi KADIN, Mendagri Libatkan IPDN Perkuat Penanganan Bencana di Sumatera

Demokrasi

MUSDA I JMSI Maluku Utara Resmi Digelar, Yusri Abubakar Terpilih Sebagai Ketua

Demokrasi

Pemko Medan Segera Manfaatkan dan Tentukan Pengelola Gedung Warenhuis

Demokrasi

Percepat Operasional UMKM Square USU, Pemko Medan Segera Matangkan Pola Pengelolaan

Demokrasi

Wakil Wali Kota Medan Harap Harian Waspada Jadi Mitra Strategis Pemerintah Dalam Mendukung Pembangunan