Leriadi Soroti Peran Ijeck di Pemuda Pancasila, Kaderisasi dan Konsolidasi Jadi Kunci

Nas - Sabtu, 17 Oktober 2026 18:01 WIB
Ist

JAKARTA — Peran H. Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck sebagai Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Pemuda Pancasila menjadi sorotan Leriadi, S.Sos., M.Sos. Ia menilai, posisi tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta memperluas pengabdian kepada masyarakat.

Pandangan itu disampaikan Leriadi, Wakil Sekretaris Balitbang DPP Partai Golkar sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal PPK Kosgoro 1957, melalui tulisannya berjudul "Musa Rajekshah dan Pemuda Pancasila: Berkarya dalam Pengabdian, Bergerak dalam Dedikasi."

Menurut Leriadi, jabatan Sekretaris Jenderal bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah untuk memastikan organisasi berjalan dengan tata kelola yang baik, solid, dan mampu menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat.Ia menilai, pengalaman Ijeck di bidang pemerintahan, politik, dan organisasi kemasyarakatan menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas tersebut.

"Organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menyatukan potensi banyak orang, memberikan ruang bagi kader untuk berkembang, serta membangun sistem yang tetap berjalan dengan baik," tulis Leriadi dalam artikelnya.

Baca Juga: Musa Rajekshah Hadiri Mubes XI Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno Kembali Ditetapkan sebagai Ketua Umum Pengalaman Ijeck Jadi Modal Penguatan OrganisasiIjeck merupakan tokoh asal Sumatera Utara yang pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumatera Utara periode 2018–2023. Ia juga merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar periode 2024–2029 yang bertugas di Komisi V DPR RI.

Di bidang organisasi, Musa Rajekshah menjabat sebagai Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara periode 2024–2027. Ia juga memimpin Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumatera Utara.

Rekam jejak tersebut menjadi bagian dari pengalaman Ijeck dalam menjalankan peran di pemerintahan, politik, dan organisasi kemasyarakatan.

Leriadi berpandangan, pengalaman itu dapat mendukung upaya memperkuat koordinasi, membangun komunikasi lintas elemen, serta mendorong program organisasi yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Meski demikian, menurutnya, keberhasilan kepemimpinan tetap ditentukan oleh kerja nyata, pelaksanaan program, dan kemampuan membangun kolaborasi di seluruh tingkatan organisasi.

Kaderisasi Harus Jadi Prioritas

Baca Juga: INDONESIA–MALAYSIA PERKUAT KERJA SAMA IMIGRASI, PENCEGAHAN TPPO JADI PERHATIAN Leriadi menekankan, kaderisasi merupakan salah satu agenda penting yang perlu terus diperkuat Pemuda Pancasila. Kader tidak cukup hanya memiliki semangat berorganisasi, tetapi juga harus dibekali integritas, kedisiplinan, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Selain itu, konsolidasi internal perlu dijalankan secara berkelanjutan untuk menjaga soliditas organisasi. Komunikasi terbuka, pembagian tanggung jawab yang jelas, dan penyelesaian perbedaan secara konstruktif dinilai menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang sehat.

Menurut Leriadi, penguatan organisasi juga perlu diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar kader mampu mengambil peran lebih luas, baik di lingkungan organisasi maupun di tengah masyarakat.

Pemuda Pancasila Didorong Perluas PengabdianSelain pembenahan internal, Leriadi melihat adanya peluang bagi Pemuda Pancasila untuk memperluas kontribusi sosial melalui program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, peningkatan keterampilan generasi muda, kegiatan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Ia menegaskan, nilai-nilai Pancasila perlu diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menghormati hukum, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, serta merawat persatuan bangsa.

Dalam pelaksanaannya, tugas Sekretaris Jenderal MPN Pemuda Pancasila juga membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh jajaran organisasi, mulai dari pengurus pusat, Majelis Pimpinan Wilayah, Majelis Pimpinan Cabang, hingga kader di berbagai daerah.

Baca Juga: Sapma PP Sumut 2026–2031 Resmi Dilantik, G30S Jadi Momentum Refleksi Leriadi menilai, kepemimpinan yang berorientasi pada penguatan sistem dan kerja kolektif akan membantu organisasi menjaga keberlanjutan program serta meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap, momentum kepemimpinan Musa Rajekshah dapat menjadi dorongan bagi Pemuda Pancasila untuk terus berbenah, memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas tata kelola, dan memperluas peran sosial.rel

Dengan demikian, keberhasilan organisasi tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari konsistensi pelaksanaan program dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.red


Tag:
pp

Berita Terkait

Demokrasi

Musa Rajekshah Hadiri Mubes XI Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno Kembali Ditetapkan sebagai Ketua Umum

Demokrasi

INDONESIA–MALAYSIA PERKUAT KERJA SAMA IMIGRASI, PENCEGAHAN TPPO JADI PERHATIAN

Demokrasi

Sapma PP Sumut 2026–2031 Resmi Dilantik, G30S Jadi Momentum Refleksi

Demokrasi

Geger! Dugaan TPPO PMI Asal Medan ke Malaysia Dilaporkan ke Mabes Polri, Paspor hingga Gaji Disoal*

Demokrasi

Rafika Dwi Kurnia Tanjung Dilantik Jadi PPAT Kota Tanjungbalai

Demokrasi

Ijeck: Kader Pemuda Pancasila Jangan Dekati Narkoba dan Begal, Firmansyah Nahkodai Lagi SAPMA PP Sumut