Gubsu : Ada Evaluasi Mengenai Stunting di Madina

Garda.id - Jumat, 14 Oktober 2022 04:02 WIB
Gubsu : Ada Evaluasi Mengenai Stunting di Madina

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap ada evaluasi yang lebih jauh tentang persoalan stunting di Kabupaten Mandailingnatal (Madina)./rel

MADINA  | GARDA.ID

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi berharap ada evaluasi yang lebih jauh tentang persoalan stunting di Kabupaten Mandailingnatal (Madina). Karena luas daerah dan sumber daya alam (SDA) yang dimiliki tidak sebanding dengan pendapatan dan juga permasalahan sosial yang terjadi. 

Edy Rahmayadi mengatakan, Kabupaten Madina adalah kabupaten yang sangat subur, air sungai mengalir dengan jernihnya di setiap desa di kabupaten Madina. Namun yang terjadi adalah di Madina terdapat beberapa kekurangan di antaranya stunting yang sangat tinggi dan juga pendapatan daerah yang sedikit.

"Ada yang salah kalau kita lihat ini, tanah yang subur wilayah yang luas, tapi stunting di sini yang tertinggi. Kita harus segera menemukan solusi dari permasalahan ini," ucap Edy Rahmayadi pada pertemuan dengan Camat, Lurah, Kepala Desa, dan Mahasiswa se-Kabupaten Madina di Gedung Serba Guna di Parbangunan Panyabungan, Madina, Kamis (13/10). 

Hadir di antaranya Bupati Madina Muhammad Jafar Suhaimin Nasution, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution, Forkopimda Madina, tokoh adat serta masyarakat Madina

Edy Rahmayadi mengajak semua pihak harus bergandengan tangan dalam mengentaskan permasalahan ini, terutama para Kepala Dinas di Madina sebagai pihak yang mengelola anggaran. Dari data yang diperoleh dari Kementerian Keuangan RI pada penilaian Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Madina, tidak satupun kategori penilaian kinerja yang sesuai target dan mendapatkan bonus dari Pemerintah Pusat. 

Mengenai ketahanan pangan, Edy Rahmayadi juga mengajak Kabupaten Madina untuk dapat mandiri memenuhi kebutuhan pangan. Meskipun saat ini Madina terus naik dalam ketersedian komiditi bahan pangan. Namun ada beberapa komoditi yang tidak berhasil ditingkatkan, padahal kondisi alam sangat memungkinkan untuk menaman komoditi tersebut. Di antaranya adalah, cabai rawit -90%, bawang merah -98%, bawang putih -99%. Susu defisit 100%. 

Sementara itu, Bupati Madina Muhammad Jafar Suhaimin Nasution kesempatan itu mengakui Kabupaten Madina saat ini tengah mencari solusi atas permasalahan stunting ini. Di antaranya adalah dengan berkoordinasi dengan seluruh OPD. 

"Kita ketahui bahwa faktor stunting ini, kita akan fokus pada sarana dan prasarana dan edukasi pada masyarakat untuk menjaga kebersihan yakni mengenai sanitasi bagi masyarakat," katanya.

Menurut Suhaimin, Madina mempunyai daerah yang luas dengan APBD yang masih terbatas. Oleh karenanya ia meminta bantuan pada gubernur untuk dapat memberikan solusi di antaranya adalah infrastrukur jalan. rel

Editor
: Garda.id
Sumber
:

Berita Terkait

Daerah

JMSI Sumut Dukung Penuh Program Irigasi Bobby Nasution, Pastikan Air Mengalir ke Lahan Petani

Daerah

Siap Hadapi Musim Baru, JNE kembali mendukung Tim Cosmo JNE FC di Liga Futsal Profesional 2026/2027

Daerah

Dosen UNPAB Raih Top 3 Sinta Score Overall (SSO) 2026

Daerah

Muktamar ke-35 NU Dimulai, Prabowo: NU Institusi Bersejarah yang Berjasa Besar bagi Indonesia

Daerah

Gubernur Bobby Nasution Serahkan Ranperda P-APBD 2026 ke DPRD, Fokus Infrastruktur dan Pemulihan Pascabencana

Daerah

Pemprov Sumut Optimalkan 21 Daerah Irigasi, Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumut Gibson Panjaian : Lahan Pertanian Produktif Ditargetkan Capa